INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA DALAM TRADISI TOLAK BALAQ PADA MASYARAKAT SASAK

  • Zulhaiki Zulhaiki UIN Mataram
  • Muhammad Muzayyinul Wathoni
Keywords: Integrasi Islam-budaya, budaya lokal, tradisi tolak bala, Masyarakat Sasak

Abstract

Masyarakat Sasak acapkali merasa diancam oleh makhluk-makhluk ghaib dalam berbagai lini kehidupan, dengan demikian masayarakat Sasak melakukan berbagai ritus. Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja bentuk ritus dalam menghindari balq, dan bagaimana bentuk integrasi dalam budaya dalam budaya lokal. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, deskriptif, dan analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk ritus dalam tolak balaq pada masarakat seperti selametan kerbau, rebo bontong, dan perang timbung. Pada prosesi ritus berlangsung terkandung integrasi nilai Islam dan budaya lokal seperti adanya nilai shalawat, berzanji, tahlilan, do’a, syair-syair, dan serakalan.

References

Abdullah. “Makna Simbolik Pada Tradisi Al-Barzanji Dalam Perspektif Sosiologi.” Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan 21, no. 2 (2021): 272–91. https://doi.org/10.21274/dinamika.2021.21.02.272-291.

Adib, Hamdan. “Potret Integrasi Islam dan Budaya Nusantara di Era Walisongo.” Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam 7, no. 2 (2021): 239–51. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v7i2.179.

Al-Amri, Limyah, dan Muhammad Haramain. “Akulturasi Islam Dalam Budaya Lokal.” Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan 10, no. 2 (2017): 191–204. https://doi.org/10.35905/kur.v10i2.594.

Aziz, Ahmad Amir. “Islam Sasak: Pola Keberagamaan Komunitas Islam Lokal Di Lombok.” Millah 8, no. 2 (2009): 241–53. https://doi.org/10.20885/millah.vol8.iss2.art3.

Dozan, Wely, dan Layla Fitriani. “Membangun Karakter Anak Usia Dini Melalui Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Perang Timbung.” Murhum: Junral Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. 1 (2020): 1–15.

Khoiri. “Antara Adat dan Syariat (Studi Tentang Tradisi Mandi Safar di Tasik Nambus, Riau, Ditinjau Dari Perspektif Islam).” Jurnal Ilmiah Islam Futura 16, no. 2 (2017): 196–210. http://dx.doi.org/10.22373/jiif.v16i2.873.

Mudak, Sherly. “Makna Doa Bagi Orang Percaya.” Missio Ecclesiae 6, no. 1 (2017): 97–111. https://doi.org/10.52157/me.v6i1.70.

Nasution, Robby Darwis. “Kyai Sebagai Agen Perubahan Sosial dan Perdamaian Dalam Masyarakat Tradisional.” Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora 19, no. 2 (2017): 182. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i2.10346.

Nur, Faisal Muhammad. “Perspektif zikir di Kalangan Sufi.” Substantia: Jurnal Ilmu-ilmu Ushuluddin 19, no. 2 (2017): 189–98. http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v19i2.2884.

Nurhidayat, M. Zubair, Sawaludin, dan Yuliatin. “Tradisi Rebo Bontong Dalam Membentuk Civic Culture Masyarakat Sasak Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.” Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 8, no. 1 (2023): 752–61. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i1b.1228.

Rambe, Toguan, Seva Maya Sari, dan Nurhayani Rambe. “Ragam Ekspresi Beragama: Agama Dalam Perspektif Sosiologi.” Studia Sosia Religia 4, no. 1 (2021): 52–63. http://dx.doi.org/10.51900/ssr.v4i1.9553.

Rohimi, dan Wely Dozan. “Geneologi Ritual Tradisi Perang Timbung di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah.” Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi 4, no. 2 (2020): 117–29. https://doi.org/10.24198/jsg.v4i2.25100.

Rukajat, Ajat. Pendekatan Penelitian Kuantitatif : Quantitative Research Approach. Yogyakarta: Deepublish CV Budi Utama, 2018.

Saliki. “Unsur Teologis Dalam Tradisi Slametan Kerbau: Studi Kasus Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.” An-Nas: Jurnal Humaniora 5, no. 1 (2021): 56–68. https://doi.org/10.36840/annas.v5i1.457.

Sari, Milya, dan Asmendri. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan IPA.” Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA 6, no. 1 (2020): 41–53. https://doi.org/10.15548/nsc.v6i1.1555.

Siswadi, Gede Agus. Integrasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran Bahasa Sansekerta. Bali: Nilacakra, 2019.

Sobirin, Achmad. “Budaya: Sumber Kekuatan Sekaligus Kelemahan Organisasi.” Jurnal Siasat Bisnis 1, no. 7 (2002): 1–23.

Sudirman, dan Bahri. Studi Sejarah dan Budaya Lombok. Lombok Timur NTB: Pusat Studi dan Kajian Budaya Provinsi NTB (Pusakanda), 2014.

Sumpena, Deden. “Islam dan Budaya Lokal : Kajian terhadap Interelasi Islam dan Budaya Sunda.” Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies 6, no. 1 (2012): 101–20. https://doi.org/10.15575/idajhs.v6i1.329.

Warisno, Andi. “Tradisi Tahlilan Upaya Menyambung Silaturahmi.” Ri’ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan 2, no. 2 (2017): 69–79.

Wathoni, Muhammad Muzayyinul. “Penentuan Awal Bulan Kalender Rowot Sasak Perspektif Fikih dan Astronomi.” Al-Afaq: Jurnal Ilmu Falak dan Astronomi 3, no. 2 (2021): 109–30. https://doi.org/10.20414/afaq.v3i2.4769.

Yusrizal, Firdaus, dan Agung Yoga Asmoro. “Dampak Sosial Budaya Pariwisata: Masyarakat Majemuk, Konflik dan Integrasi Sosial di Yogyakarta.” Jurnal Pariwisata 7, no. 2 (2020): 92–105. https://doi.org/10.31294/par.v7i2.8559.

Published
2024-03-06
How to Cite
Zulhaiki, Z., & Muzayyinul Wathoni, M. (2024). INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA DALAM TRADISI TOLAK BALAQ PADA MASYARAKAT SASAK. Jurnal Inen Paer (JIP), 1(1), 71-83. Retrieved from https://unu-ntb.e-journal.id/jip/article/view/601

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.