Kajian Deskriptif Gricean Maxims Flouting dan Hedging Masyarakat Sasak Dialek Ngeno-Ngene di Desa Kabar

  • Azmussya'ni Azmussya'ni Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
  • Hadi Wijaya Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
Keywords: Prinsip Kerjasama, Grice’s Maxims, Flouting, Hedging, Ngeno Ngene Dialek

Abstract

Penggunaan bahasa dalam pengungkapan pesan dan atau berkomunikasi dapat menimbulkan efek komunikatif yang berbeda-beda. Jika bahasa dimanfaatkan secara positif maka efek komunikatif dapat berjalan secara santun. Sebaliknya, jika bahasa dimanfaatkan secara negatif maka efek komunikatif dapat menimbulkan ketidaksantunan. Dengan kata lain, komunikasi yang baik hanya akan muncul jika pemakainya dapat menggali dan memanfaatkan dalam konteks pemakaian secara tepat. Jika pemanfaatan bahasa tidak tepat dan dilanggar di kalangan tertentu, maka akan menimbulkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis maksim yang dilanggar (flouted) dan dibatasi (hedged), menemukan alasan dilakukannya pelanggaran dan pembatasan maksim, dan menemukan jenis-jenis strategi yang digunakan untuk melanggar (flout) maksim dan jenis jenis hedges yang digunakan untuk membatasi (hedge) maksim. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif karena ia menggambarkan seluruh kejadian yang ada di lapangan dan karena itu ia direpresentasikan ke dalam kata-kata. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah klaster teknik sedangkan jumlah sampel tidak ditentukan karena penelitian ini lebih berfokus pada kualitas informasinya. Data pada penelitin ini dikumpulkan melalui empat cara, yaitu, observasi, wawancara, perekaman, dan pencatatan. Dalam observasi, peneliti terlibat langsung di dalamnya karena peneliti adalah penutur asli dialek yang diteliti. Data yang telah diperoleh dianalisa melalui empat langkah, yaitu, identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan pelaporan. Pertama-tama data disalin ke dalam tulisan kata demi kata bersamaan dengan hasil wawancara dan catatan ditulis ulang sebagai pelengkap data. Setelah itu data dipilih dan dikelompokkan berdasarkan kategori pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) masing-masing maksim dan menggunakan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penutur ngeno ngene di Kabar melanggar semua jenis Gricean maksim, yaitu maksim kualitas, maksim kauntitas, maksim relasi dan maksim sikap. Selanjutnya, membatasi tiga maksim dalam komunikasi, yaitu maksim kualitas, maksim kuantitas dan maksim relasi. Pelanggaran maksim kualitas oleh penutur dialek ngeno ngene di kabar disebabkan oleh tiga alasan, yaitu pertama, untuk meyakinkan lawan bicara. Kedua, untuk menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh mitra tutur. Ketiga, untuk menutupi sesuatu. Kemudian, pelanggaran maksim kuantitas berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran disebabkan oleh tiga alasan juga. Pertama, untuk menjelaskan dengan cara melebih-lebihkan. Kedua, menitik beratkan pada pembicaraan. Ketiga, untuk mengharapkan sesutau. Selanjutnya pelanggaran maksim relasi dilakukan karena tiga alasan juga. Pertama, mengalihkan topik pembicaraan. Kedua, memberikan informasi yang tidak penting. Ketiga, untuk menghindari topik pembicaraan yang sedang dilakukan. Terakhir, alasan penutur ngeno ngene di Kabar membatasi maksim adalah penutur kabar ingin menghindari pernyataan pasti dari pembicaraan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-01-31
How to Cite
Azmussya’ni, A., & Wijaya, H. (2021). Kajian Deskriptif Gricean Maxims Flouting dan Hedging Masyarakat Sasak Dialek Ngeno-Ngene di Desa Kabar. Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT), 1(1), 18-37. Retrieved from https://unu-ntb.e-journal.id/ijert/article/view/47

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.